Manusia Itu Terlalu Senang

Reading Time: 1 minute
Manusia itu terlalu senang
Mentang-mentang sudah shalat
Mentang-mentang sudah zakat
Mentang-mentang sudah puasa
Merasa yakin masuk surga
Manusia itu terlalu senang
Merasa bermanfaat karena pujian
Merasa berilmu karena pujian
Merasa berakhlak karena pujian
Sudah yakin masuk surga
Manusia itu terlalu senang
Sudah yakin dengan shalatnya
Sudah yakin dengan sedekahnya
Sudah yakin dengan amalnya
Padahal belum tentu diterima
Manusia itu terlalu senang
Padahal tak pernah menghitung
Padahal tak pernah mencatat
Padahal tak pernah memikirkan
Seakan dosa mudah dihapus
Manusia itu terlalu senang
Seakan jama'ahnya jaminan pasti
Seakan amalnya jaminan pasti
Seakan dakwahnya jaminan pasti
Padahal yang tahu pasti
Bukan dirinya
Padahal dirinya sering membiarkan
Membiarkan dosa terjadi
Padahal dirinya lemah
Padahal dirinya terbatas
Tapi dirinya merasa aman
Manusia itu terlalu senang

Akhir Hari

Reading Time: 1 minute
ini adalah akhir hari
hari ini sudah berakhir
kesalahan hari ini sudah tak bisa kusesali
telah kulakukan semampuku
dan telah kutukarkan waktuku
dan telah kubayar hari ini
yang bisa kulakukan cuma memperbaikinya besok
karena esok akan datang sebentar lagi
meski tak tahu
apakah sempat melihat esok
yang bisa kulakukan kini cuma berdoa dan bertaubat

Tentang Iman

Reading Time: 1 minute
Iman adalah cahaya
adalah cahaya menyinari hati
Do’a adalah hujan
adalah hujan membesarkan hati
Takwa menjadi karang
menjadi karang tak tergoyahkan
Dan Dakwah adalah
adalah pelaksanaan kata-kata
adalah pelaksanaan akhlaq

NB : Ini puisi, jangan dimaknai secara literal.

Selalu Ada Pilihan

Reading Time: 1 minute
Selalu ada pilihan
hidup memang selalu ada pilihan
juga selalu ada konsekuensinya
memilih untuk bersyukur atau mengeluh
memilih untuk bekerja atau duduk menunggu
memilih untuk belajar atau terjebak dalam kegelapan
memilih untuk berjuang atau diam menonton
hidup memang selalu ada pilihan
juga selalu ada konsekuensinya
dan jangan kira hasilnya akan sama

NB : Ini dibuat saat ada kasus korupsi sapi, memanfaatkan situasi saat itu, tapi bukan untuk menyerang. Kalau dianggap menyerang ya karepmu, wes karepmu.